Iclusig

Iclusig

ponatinib

Produsen:

Otsuka
Bahasa Concise Prescribing Info
Komposisi
Ponatinib.
Indikasi/Kegunaan
Dws dg leukemia mieloid kronis fase cepat (CML) yg resisten atau intoleran terhadap dasatinib atau nilotinib; atau positif CML dg T315I.
Dosis/Cara Penggunaan
Awal 45 mg 1 x / hr. Penurunan dosis mjd 30 atau 15 mg 1 x / hr mungkin diperlukan selama pengobatan. Pasien dg ggn hati (Child-Pugh A, B, atau C); Penggunaan bersama dg penghambat CYP3A kuat 30 mg 1 x / hr.
Pemberian
Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan: Telan utuh, jangan dihanccurkan/dilarutkan.
Kontraindikasi
Hipersensitivitas.
Perhatian Khusus
Tdk diindikasikan & tdk direkomendasikan utk pengobatan pasien dg leukemia mielositik kronik (CML) fase kronis yg baru didiagnosis. Risiko mielosupresi; tromboemboli vena; hipertensi yg muncul saat pengobatan; gagal jantung fatal & serius atau disfungsi ventrikel kiri; pankreatitis; hepatotoksisitas; perdarahan hebat; reaktivasi hepatitis B. Lakukan hitung darah lengkap setiap 2 minggu selama 3 bulan pertama & kemudian setiap bulan atau sesuai indikasi klinis. Risiko oklusi arteri terkait dosis. Tdk utk digunakan pd pasien dg riwayat MI, revaskularisasi sebelumnya atau stroke. Kaji status KV Sebelum pengobatan & kelola faktor risiko KV. Pantau adanya oklusi arteri & tromboemboli. Lakukan pemeriksaan mata (misalnya fundoskopi) jika terjadi penglihatan menurun atau kabur. Hentikan pengobatan segera jika terjadi oklusi arteri atau tromboemboli. Pantau & kelola TD selama pengobatan Hentikan pengobatan jika terjadi hipertensi yang memburuk, labil, atau resisten terhadap pengobatan, & pertimbangkan evaluasi adanya stenosis arteri ginjal. Periksa serum lipase setiap 2 minggu selama 2 bulan pertama & selanjutnya secara berkala. Pasien dg riwayat pankreatitis atau penyalahgunaan alkohol. Kelola hipertrigliseridemia berat atau sangat berat. Peningkatan ALT, AST, bilirubin & alkali fosfatase. Lakukan tes fungsi hati sblm terapi & selanjutnya scr berkala. Hentikan pengobatan & evaluasi pasien pd kasus perdarahan serius atau berat. Uji infeksi HBV sblm memulai pengobatan. Pantau ketat carrier HBV thd tanda & gejala infeksi HBV aktif selama terapi & bbrp bulan ssdh penghentian terapi. Penggunaan bersama penghambat & penginduksi CYP3A dg potensi sedang & kuat. Penggunaan bersama dg obat anti-pembekuan darah pd pasien yang mungkin berisiko mengalami perdarahan. Perpanjangan interval QT. Pasien dg ggn herediter yang jarang seperti intoleransi galaktosa, defisiensi Lapp laktase, atau malabsorpsi glukosa-galaktosa. Sedikit memengaruhi kemampuan mengemudi & menggunakan mesin Pasien dg ggn hati & ginjal (bersihan kreatinin <50 mL / mnt atau penyakit ginjal stadium akhir). Gunakan metode kontrasepsi yang efektif selama pengobatan. Kehamilan. Hentikan pemberian ASI selama pengobatan. Anak <18 thn.
Efek Samping
Infeksi sal napas atas; anemia, penurunan jumlah trombosit & neutrofil; nafsu makan menurun; insomnia; sakit kepala, pusing; hipertensi; sesak, batuk; sakit perut, diare, muntah, konstipasi, mual, peningkatan lipase; peningkatan ALT & AST; ruam, kering kulit; nyeri tulang, artralgia, mialgia, nyeri pd ekstremitas, nyeri punggung, kejang otot; kelelahan, astenia, edema perifer, pireksia, nyeri. Pneumonia, sepsis, folikulitis, selulitis; pansitopenia, demam neutropenia, penurunan jumlah leukosit & limfosit; hipotiroidisme, ggn metabolisme & nutrisi; ggn sistem saraf; penglihatan kabur, mata kering, edema periorbital, edema kelopak mata, konjungtivitis; ggn jantung; ggn vaskular; emboli paru, efusi pleura, epistaksis, disfonia, hipertensi pulmonal; gangguan GI; peningkatan bilirubin darah, darah alkaline phosphatase & γ-glutamyltransferase; penyakit kulit & jaringan subkutan; nyeri muskuloskeletal, nyeri leher, nyeri dada muskuloskeletal; disfungsi ereksi; menggigil, penyakit yg menyerupai influenza, nyeri dada non-kardiak, edema wajah.
Interaksi Obat
Pemberian dg penghambat CYP3A kuat (misalnya, klaritromisin, indinavir, itrakonazol, ketokonazol, nefazodon, nelfinavir, ritonavir, saquinavir, telitromisin, troleandomisin, vorikonazol, jus jeruk) dpt meningkatkan kadar obat ini dlm serum. Pemberian dg CYP3A4 penginduksi kuat(misalnya karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, rifabutin, rifampisin, St. John's wort) dpt menurunkan kadar obat ini dlm serum. Berpotensi meningkatkan konsentrasi substrat P-glikoprotein (P-gp) dlm plasma (misalnya digoksin, dabigatran, kolkisin, pravastatin) atau substrat breast cancer resistance protein (BCRP) secara tepat (misalnya metotreksat, rosuvastatin, sulfasalazine).
Klasifikasi MIMS
Terapi Target untuk Kanker
Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis
L01EA05 - ponatinib ; Belongs to the class of BCR-ABL tyrosine kinase inhibitors. Used in the treatment of cancer.
Bentuk Sediaan/Kemasan
Form
Iclusig tab salut selaput 15 mg
Packing/Price
1 × 30's
Register or sign in to continue
Asia's one-stop resource for medical news, clinical reference and education
Already a member? Sign in
Register or sign in to continue
Asia's one-stop resource for medical news, clinical reference and education
Already a member? Sign in